Alasan Mengapa Bisa Hamil Saat Menstruasi

Siklus menstruasi sangat erat kaitannya dengan terjadinya kehamilan karena berhubungan dengan proses ovulasi atau pembentukan sel telur. Dengan demikian, Anda harus memperhatikan siklus menstruasi. Bukan tidak mungkin bahwa hamil saat menstruasi dapat terjadi jika siklus menstruasi Anda tidak teratur. Beberapa alasan hamil ketika haid ini dibenarkan secara medis.

  1. Siklus Menstruasi Panjang

Berdasarkan penghitungan siklus menstruasi, memang terdapat tiga siklus menstruasi pada wanita. Perbedaan siklus tersebut disebabkan oleh berbagai hal seperti faktor hormon, genetik, dan stres. Perbedaan tersebut dapat dimaklumi dan umum terjadi. Wanita yang mempunyai siklus menstruasi panjang memang berpotensi hamil ketika haid berlangsung.

Setelah masa menstruasi masih berlangsung, proses ovulasi tetap terjadi karena memang sudah waktunya terjadi berdasarkan penghitungan siklus menstruasi normal. Dengan demikian, pembentukan sel telur tetap terjadi dan bisa dibuahi oleh sperma walau masih menstruasi. Karenanya, bisa terjadilah kehamilan.

  1. Siklus Menstruasi Pendek

Wanita mempunyai siklus menstruasinya masing-masing. Adapula wanita yang siklus menstruasinya pendek yaitu 24 hari setiap bulannya. Siklus pendek ini tergolong siklus yang tidak teratur atau tidak normal, sehingga mempunyai kemungkinan terjadi kehamilan saat haid. Potensi kehamilan saat haid tetap ada dan lebih besar dibandingkan wanita dengan siklus haid normal.

Berdasarkan siklus pendek ini, tidak terdapat waktu atau jeda yang cukup antara selesai menstruasi dan proses ovulasi berikutnya. Jadi, masa subur dapat terjadi ketika sedang menstruasi masih berlangsung. Wanita dengan siklus menstruasi pendek ini bisa hamil saat menstruasi jika melakukan hubungan badan di akhir masa menstruasi.

  1. Berhubungan Badan di Akhir Masa Menstruasi

Kehamilan sangat berpotensi terjadi ketika wanita berada pada masa suburnya. Pada wanita dengan siklus menstruasi normal yaitu 28 hari, masa subur tersebut tentu terjadi setelah menstruasi berakhir. Karena menstruasi teratur, maka ovulasi bisa dipastikan terjadi setelah haid.

Berbeda dengan siklus menstruasi yang tidak normal, yaitu panjang dan pendek yang justru masa suburnya tidak bisa dipastikan dengan tepat. Potensi kehamilan justru ada di akhir masa menstruasi. Peluang ini cukup besar karena berdasarkan periode menstruasi normal, masa akhir menstruasi di periode yang tidak normal adalah periode masa subur.

Dengan demikian, wanita yang mempunyai siklus haid tidak normal dapat berpotensi hamil jika melakukan hubungan seksual di masa akhir menstruasi. Proses ovulasi bisa terjadi di akhir masa menstruasi atau sesaat setelah menstruasi dengan produksi yang optimal karena berada di masa subur.

Berbagai alasan tersebut dapat membantu Anda untuk memahami bagaimana sebenarnya kehamilan saat haid bisa terjadi. Penjelasan tersebut didasarkan pada penghitungan periode haid yang normal. Jika siklus menstruasi tidak teratur, maka ovulasi juga tidak dapat ditentukan secara pasti. Karenanya, hamil saat menstruasi bukanlah tidak mungkin seperti penjelasan di Orami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *