Ulasan Kelebihan dan Kekurangan Rumah Subsidi

Related image

Keinginan memiliki rumah semakin tinggi namun sering kali tidak diimbangi dengan penghasilan calon pembeli rumah tersebut.hal inilah yang akhrinya membuat pemerintah menghadirkan progam rumah yang bersubsidi melalui progam sejua rumah. Anda pasti tertarik dengan progam pemerintahan yang satu ini sebelum anda memilih sebaiknya anda melihat ulasan rumah subsidi agar anda tau tujuan dari progam pemerintah yang satu ini. Progam ini dirancang oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kecil yang menginginkan memiliki rumah sebagai hunian pribadi. Adanya progam ini diharapkan mendongkrak daya beli masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sendiri, karena dengan progam ini pemerintah juga memberi kemudahan tentang ulasan rumah subsidi dan juga prosedur administrasi pembelian rumah subsidi ini. Selain anda dapat membeli dengan harga murah, pemerintah juga memberikan KPR untuk rumah subsidi. Progam ini untuk masyarakat yang benar – benar berasal dari keluarga yang berpenghasilan menengah ke bawah. Khususnya untuk keluarga yang belum pernah memiliki rumah pribadi. Bank tabungan Negara merupakan tabungan yang bekerja sama menangani progam pemerintah rumah bersubsidi untuk melakukan KPR. Suku bunga pemerintah sekitar hanya 5% berbeda jauh dengan suku bunga komersial yang biasanya bisa mengambarkan di sekitar 11-15%, sesuai dengan kondisi ekonomi nasional. Setelah membaca ulasan rumah subsidi ada kemudahan lain yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang berminat membeli rumah subsidi ini. Yaitu terkait pembayaran uang muka atau down payment untuk rumah bersubsidi dari pemerintah ini hanya 1% dari total harga rumah. Berbeda jauh dengan KPR konvensional yang menetapkan besaran uang muka yang diperbolehkan biasanya sekitar 10% dari total harga rumah tersebut. Inisiatif pemerintah ini juga diharapkan dapat meningkatkan gairah para kontraktor perumahan karena peluasan target pasar dari yang sebelumnya hanya menengah keatas kini kelas menengah kebawah pun dapat dijadikan target pasar untuk para developers perumahan tersebut.

Dengan membaca ulasan rumah subsidi anda dapat mengetahui sarana dari progam sejuta rumah yang digagas oleh pemerintah Presiden Jokow ini yang disinergikan dengan pemerintah daerah, developer perumahan dan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat menengah kebawah memiliki hunian pribadi yang layak. Terdapat dua jenis sub progam dari progam sejuta rumah milik pemerintah pusat ini antara lain rumah setapak dan rumah susun. Menurut ulasan rumah subsidi apabila anda ingin memiliki rumah setapak anda harus memiliki penghasilan maksimal sebesar 4 juta rupiah setiap bulannya. Jika ingin memiliki rumah susun anda harus meiliki penghasilan maksima 7 juta rupiah setiap bulannya anda dapat memilih salah satu dari dua piihan manakah yang cocok dengan keinginan anda untuk memiliki rumah pribadi. Info dari ulasan rumah subsidi bahwa progam sejuta rumah dari pemerintah pusat ini dibangun di 34 provinsi di Indonesia dengan memiliki kuota yang berbeda setiap provinsinya. Harga rumah bersubdi juga tergantung dari lokasinya berdasarkan ulasan rumah subsidi harga rumah bersubsidi menurut Peraturan Menteri Keuangan ( PMK ) No 113/PMK/.03/2015 sekitar 110,5 juta hingga 174 juta rupiah tergantung pada lokasi pembangunannya dari pulau sumatera hingga pulau papua memiliki harga yang berbeda. Khususnya untuk Pulau Papua memiliki harga rumah bersubsidi termahal daripada pulau – pulau lainnya yang berada di Indoensia karena harga material di wilayah papua masih sangat tinggi sehingga tak heran bahwa papua memiliki harga rumah subsidi tertinggi menurut informasi dari ulasan rumah subsidi. Teruntuk pulau jawa dan jabotabek memiliki harga berbeda karena jabotabek merupakan daerah ibukota yang memiliki peminat sangat tinggi.

Hasil dari membaca ulasan rumah subsidi bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari progam yang dikhususkan untuk keluarga menengah ke bawah yang sama sekali belum memiliki rumah pribadi.  Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar anda bisa mendapatkan rumah bersubsidi adalah yang pertama memilii pendapatan yang sesuai menurut pemerintah yang dibaca pada ulasan rumah subsidi , calon pemilik rumah subsidi harus memiliki penghasilan maksimal hanya 4 juta rupiah biasanya pemerintah akan meminta slip gaji untuk membuktikan besaran gaji yang anda tulis dengan yang anda terima setiap bulannya. Selanjutnya yang menjadi syarat untuk memiliki rumah subsidi sesuai dengan ulasan rumah subsidi harus segera ditempati setelah didapatkan. Oleh sebab itu carilah lokasi rumah subsidi yang tidak terlalu jauh dari tempat anda bekerja. Jika terlalu jauh anda akan dinilai sering meninggalkan rumah bersubsidi dalam keadaan kosong. Hal ini yang akan membuat anda kalah bersaing dengan mereka yang lebih membutuhkan tempat tinggal segera daripada anda. Sebaiknya anda memilih lokasi rumah yang tidak terlalu jauh dengan lokasi tempat anda bekerja maksimal dapat ditempuh dengan 2 jam perjalanan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *